Sabtu, 05 Oktober 2013

resume prinsip-prinsip pembelajaran

Nama   : Sri fatmalah
Nim      : 1305404
Matkul : teori belajar dan pembelajaran





Prinsip-prinsip pembelajaran & mengajar


Menurut UU.No.20 tahun 2003 tentanng sisdiknas pasal 1 ayat 20,pembelajaran adalah proses interaksi peserta didik dengan pendidik dan sumber belajar pada suatu lingkungan belajar.
Dari definisi pembelajaran di atas dapat di simpulkan bahwa pembelajaran dan mengajar memiliki prinsip-prinsip di antaranya adalah:
  1.   Intteraksi
  2.    Peserta didik
  3.    Pendidik
  4.    Sumber
  5.   Lingkungan
Ke empat prinsip ini adalah saling berkaitan antar satu sama lainnya jika salah satu prinsip tidak ada maka bukan prinsip pembelajaran dan mengajar.
Selain itu ada juga prinsip belajar yang berlaku secara umum di antaranya:
  1.  Belajar merupakan bagian dari perkembangan.
  2.   Belajar berlangsung seumur hidup.
  3. Keberhasilan belajar di pengaruhi factor bawaan,lingkungan,kenatangan serta usaha  dari setiap individu.
  4.   Belajar mencakup semua aspek kehidupan.
  5.    Kegiatan belajar berlangsung pada setiap tempat dan waktu.
  6.   Belajar dengan guru atau tanpa guru.
  7.    Dalam belajar di butuhkan motivasi.
  8.   Perbuatan belajar bervariasi dari mulai yang sederhana sampai yang kompleks.
  9.   Dalam belajar terjadi hambatan-hambatan.
  10.   Kegiatan belajar di perlukan bantuan atau bimbingan dari orang lain.
Ada tiga paham mengenai pembelajaran dan mengajar  di antaranya:
  1. Paham Netivisme,yaitu suatu paham yang menyatakan bahwa yang paling berpengaruh dalam proses pembelajaran itu adalah factor bawaan.
  2. Paham Empirisme,yaitu suatu paham yang menyatakan  bahwa yang paling berpengaruh dalam proses pembelajaran adalah lingkungan.
  3. Konpregensi,adalah suatu paham yang bertentangan dengan paham Netivisme dan Empirisme artinya dia tidak sepaham dengan paktor bawaan dan juga lingkungan akan tetapi dia mempercayai akan adaya factor bawaan dan juga lungkungan.

Ada empat pilar pengetahuan di antaranya:
  1. Belajar mengetahui(learninf to know),artinya belajar untuk membangun suatu pengetahuan. 
  2.  Belajar berkarya(learning to do)artinya bahwa belajar itu untuk membangun suatu kreativitas atau keterampilan.
  3. Belajar Hidup bersama(learning to live together)Artinya bahwa belajar itu memerlukan orang lain dan tidak bias individu kemudian dari belajar hidup bersama ini kita bias saling melengkapi  antar satu sama lainnya.
  4. Belajar berkembang utuh(learning to be)artinya belajar itu untuk membangun atau mempersiapkan pribadi yang utuh.
Di dalam prosespembelajaran tentu memerlukan adanya seorang pendidik dan tentunya pendidik ini harus tau peran dirinya sendiri sebagi seorang pendidik di antaranya:
  1. The teacher as an instruction axpert artinya,guru adalah sebagai seorang pengajar yang ahli.
  2. The teacher  an motivator atinya bahwa peran seorang guru itu adalah sebagai pemberi motivasi atau sengat bagi peserta didiknya.
  3.  The teacher as manager artinya peran seorang guru adalah sebagai pengelola unsure-unsur yang berkaitan dengan peserta didiknya.
  4. The teacher as leader artinya,peran seorang guru adalah sebagai pemimpin dalam mempengaruhi peserta didiknya.
  5.  The teacher as counselor artinya,peran seorang guru adalah sebagai penasihat.
  6. The teacher as environmental enginer artinya peran seorang guru adalah sebagai perekayasa lingkungan dalam artian mempermudah peserta didiknya.
  7. Dari peran seorang guru di atas dapat kita simpulkan bahwa peran seorang guru bukan hanya segai penyampai materi ketika di dalam kelas akan tetapi guru juga harus bias memotivasi,mengelola,pemimpin,penasihat dan juga perekaya untuk mempermudah siswanya.
 learned capability:

  1. verval information
  2. attitudes
  3. intelectual skill
  4. motor skills
  5. congnitive strategy

performance :


  1. Stating information
  2. Choosing the behave in practicular way
  3. Using concept and rules to solve problems; responding to classesof stimuli as districk from recalling specific example
  4. executing bodily movement smoothly and in proper sequence
  5. originating novel solution to problem; utilizing various means for controlling one's thingking or learniing provcessis
Sumber : Pembahasan Dosen Pengampu Mata Kuliah Teori Belajar dan Pembelajaran

Tidak ada komentar:

Posting Komentar