Nama :Sri Fatmalah
NIM :1305404
Kelas :Tekpend A
Tugas :Resume Teori Belajar
·
Definisi Teori Gestalt
Arti Gestalt bisa bermacam-macam sekali,
yaitu ‘form’, ‘shape’ (dalam bahasa Inggris) atau bentuk, hal,
peristiwa, hakikat, esensi. Berlaku untuk semua
aspek pembelajaran manusia, meskipun berlaku paling langsung ke persepsi dan
pemecahan masalah.
Sejarah Munculnya Teori Gestalt
1. Max Wertheimer (1880-1943) yang meneliti
tentang pengamatan dan pemecahan masalah (problem solving).
2. Kurt Koffka (1886-1941) yang menguraikan
secara terperinci tentang hukum-hukum pengamatan.
3. Wolfgang Kohler (1887-1959) yang meneliti
tantang insight pada simpanse.
Hukum dalam Teori Gestalt
Teori Belajar Gestalt meneliti tentang
pengamatan dan problem solving. Dari pengamatanya ia menyesalkan penggunaan
metode menghafal di sekolah, dan menghendaki agar murid belajar dengan
pengertian bukan hafalan akademis. Hukum Gestalt dalam
pengamatan :
·
Hukum Pragnanz
·
Hukum kesamaan
·
Hukum kecenderungan
·
Hukum ketertutupan
·
Hukum kontinuitas
Suatu konsep yang penting dalam psikologi
Gestalt adalah tentang “insight” yaitu pengamatan/ pemahaman mendadak terhadap
hubungan-hubungan antar bagian-antar bagian di dalam suatu situasi
permasalahan. Insight itu sering dihubungkan dengan pernyataan spontan “aha”
atau “oh, see-now” Oh,ini tah”..?.
karakteristik teori gestalt
·
Kemampuan Insight seseorang tergantung kepada kemampuan dasar orang,
sedangkan kemampuan dasar itu tergantung kepada usia dan posisi yang bersangkutan
dalam kelompok (spesiesnya).
·
Insight dipengaruhi atau tergantung kepada pengalaman masa lalunya yang
relevan.
Insight tergantung kepada pengaturan dan penyediaan lingkungannya.
·
Pengertian merupakan inti dari insight. Melalui pengertian individu
akan dapat memecahkan persoalan. Pengertian itulah yang dapat menjadi kendaraan
dalam memecahkan persoalan lain pada situasi yang berlainan.
·
Apabila insight telah di peroleh,maka dapat digunakan untuk menghadapi
persoalan dalam situasi lain.
Tokoh-tokoh yang mendukung teori Gestalt
antara lain:
a.
Max Wertheimer
Max Wertheimer lahir di Prague/Praha pada
tanggal 15 April 1880. Dia belajar bersama Stumpf di Berlin selama beberapa
tahun. Kemudian mendapat gelar doktoralnya dari Kulpe di University of Wurzburg
pada tahun 1904-1910. Wertheimer pergi ke Institut Psikologi University of
Franfurt yang pada akhirnya dipertemukan dengan Wolfgang Kohler dan Kurt Koffka
yang kemudian menjadi subjek eksperimennya.
Wertheimer merupakan kekuatan intelektual
penuntun diantara para pendiri psikologi Gestalt. Pada tahun 1933, dia pergi ke
Amerika Serikat untuk menyelamatkan diri dari berbagai masalah yang terjadi di
Jerman. Di sana dia menulis buku terkenalnya “Productive Thinking” yang berisi
tentang psikologi kognitif dalam perspektif Gestalt, yang dipublikasikan pada
tahun 1945 setelah kematiannya oleh anaknya.
b.
Wolfgang Kohler.
Wolfgang Kohler lahir pada tanggal 21
Januari 1887, di Re Val, Estonia. Dia menerima gelar Ph. dan pada tahun 1908
dari University of Berlin. Kemudian menjadi asisten di Institute Psikologi Frankfurt
yang mempertemukannya dengan Max Wertheimer. Tahun 1913 mendapat tugas belajar
ke Antrhopoid Station, Tenerife di kepulauan Canary dan tinggal di sana sampai
tahun 1920.
Pada tahun 1917 ia menulis buku paling
terkenalnya “Intelegenzprufungen An Menschenaffen” yang kemudian diterjemahkan
ke dalam bahasa Inggris tahun 1925 dengan judul The Mentality of Apes. Pada
tahun 1922 Kohler menjadi ketua dan direktur laboratorium psikologi di
University of Berlin dan tinggal di sana sampai pensiun.
C. Kurt Koffka (1886-1941)Teori Koffka tentang
belajar didasarkan pada anggapan bahwa belajar dapat diterangkan dengan
prinsip-prinsip psikologi Gestalt.Teorinya yang terkenal adalah Memory Trace
(jejak ingatan).
Eksperimen Pengujian Teori Gestalt
Karya yang signifikan tentang belajar oleh
anggota Gestalt adalah karya Kohler. Dimana dia mengasumsikan bahwa ketika
suatu organisme mengalami suatu masalah atau problem maka akan muncul suatu
keadaan yang disebut disekuilibrium kognitif, keadaan ini terus berlanjut
sampai masalah itu selesai.
Adapun timbulnya insight itu tergantung pada :
·
Kesanggupan
·
Pengalaman
·
Taraf
kompleksitas dari suatu situasi
·
Latihan
·
Trial
and eror
Prinsip-prinsip Belajar Menurut Teori
Gestalt
Prinsip-prinsip pengorganisasian:
·
Principle of Proximity
·
Principle of Similarity
·
Principle of Objective Set
·
Principle of Continuity
·
Principle of Closure/ Principle of Good Form
·
Principle of Figure and Ground
·
Principle of Isomorphism
Implementasi Teori Gestalt dalam
Pembelajaran
·
Pengalaman tilikan (insight)
·
Pembelajaran yang bermakna (meaningful learning)
·
Perilaku bertujuan (pusposive behavior)
·
Prinsip ruang hidup (life space)
·
Transfer dalam Belajar
Kelebihan dan Kekurangan Teori Gestalt
1.Kelebihan
·
Dapat meningkatkan kemampuan siswa untuk memecahkan masalah (problem
solving)
·
Dapat meningkatkan motivasi.
2.
Kekurangan
·
Untuk teori belajar kognitif ini keberhasilan sebuah pembelajaran tidak
dapat diukur hanya dengan satu orang
siswa saja , maksudnya kemampuan semua siswa harus diperhatikan.
·
Konsekuansinya terhadap lingkungan adalah fasilitas-fasilitas dalam
lingkungan juga harus mendukung.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar