BEHAVIORISME
Pendekatan-pendekatan
dalam psikologis yang didasarkan atas proporsi (gagasan awal) bahwa
perilaku dapat dipelajari &
dijelaskan secara ilmiah.
Teori
Pengkondisian Klasik Pavlop
Fase Akuisisi
Fase Eliminasi
Generalisasi
Deskriminasi
Dari
penelitian itu, Thorndike menemukan hukum-hukum:
Laf of readines: jika reksi terhadap
stimulus didukung oleh kesiapan untuk bertindak atau bereaksi itu, maka reaksi
menjadi memuaskan.
Law of
exercise: makin banyak dipraktekkan atau diguinakannya hubungan stimulus
respon, makin kuat hubungan itu. Praktek perlu disertai “reward”
Law of effect: bilamana terjadi hubungan
antara stimulus dan respon, dan dibarengi dengan “state of affair” yang
mengganggu, maka kekuatan hubungan menjadi berkurang
Classical
conditioning adalah model pembelajaran yang menggunakan stimulus untuk
membangkitkan rangsangan secara alamiah melalui stimulus lain.
Dari
eksperimen Pavlov, menurutnya respon dikontrol oleh pihak luar; pihak inilah
yang menentukan kapan dan apa yang akan diberikan sebagai stimulus, sebagaimana
dijelaskan Agus Suryanto tentang teori Pavlov tersebut, beliau mengatakan semua
harus berobjekkan kepada segala yang tampak oleh indera, dari luar. .
Edwin
R. Guthrie merupakan tokoh sebuah perspektif behavioral untuk pembelajaran.
Berikut prinsip-prinsip pembelajaran menurut Guthrie :
Tindakan
Gerakan
Merupakan perilaku pokok dalam
pembelajaran.
Pola-pola stimulus yang aktif pada sebuah
respon terjadi akan cenderung menghasilkan respon tersebut jika dimunculkan
berulang-ulang
Gerakan (movement) merupakan perilaku
spesifik yang dihasilkan dari kontraksi-kontraksi otot.
Tindakan adalah kelompok-kelompok gerakan
berskala besar yang menghasilkan suatu hasil Contoh : memasukkan bola ke
keranjang (sebuah tindakan) dapat dilakukan dengan berbagai macam gerakan
Pembelajaran kontiguitas bermakna bahwa
sebuah perilaku dalam sebuah situasi akan diulang ketika situasi tersebut
muncul kembali
Kekuatan
Asosiatif (Pemasangan)
Perulangan
dari sebuah situasi akan menambah gerakan, mengkombinasikan gerakan-gerakan
menjadi tindakan, dan membentuk tindakan dalam kondisi lingkungan yang
berbeda-beda
Untuk
menghasilkan transfer, perilaku-perilaku harus dilatih dalam situasisituasi,
persis dimana perilaku-perilaku tersebut akan dibutuhkan seperti di meja
belajar dalam kelompok kecil dan di rumah
Pembentukan
dan Perubahan Kebiasaan
Kebiasaan
adalah kecenderungan yang dipelajari untuk mengulang respon-respon yang pernah
dibuat (wood & neal, 2007)
Kunci
untuk mengubah kebiasaan adalah menemukan tanda-tanda yang memicu tindakan
tersebut dan melatih respon lain terhadap tanda-tanda
Terdapat tiga metode untuk mengubah
kebiasaan atau menghentikan kebiasaan yaitu ; ambang batas, keletihan, dan
respon yang tidak sesuai
Hukuman tidak efektif untuk mengubah
kebiasaan
Aplikasi
Mengubah Kebiasaan
(Burrus
Frederick) Skinner Sejarh munculnya teori kondisioning operan B.F Skinner. Asas
pengkondisian operan B.F Skinner dimulai awal tahun 1930-an, pada waktu
keluarnya teori S-R. Istilah-istilah seperti cues (pengisyratan), purposive
behavior (tingkah laku purposive) dan drive stimuli (stimulus dorongan)
dikemukakan untuk menunjukkan daya suatu stimulus untuk memunculkan atau memicu
suatu respon tertentu.
Menurut Skinner unsur yang terpenting dalam
belajar adalah adanya penguatan (reinforcement) dan hukuman (punishment)
Penguatan dan Hukuman. Penguatan
(reinforcement) adalah konsekuensi yang meningkatkan probabilitas bahwa suatu
perilaku akan terjadi. Hukuman (punishment) adalah konsekuensi yang menurunkan
probabilitas terjadinya suatu perilaku.
Skinner
membagi penguatan ini menjadi dua bagian:
Penguatan
positif adalah penguatan berdasarkan prinsip bahwa frekuensi respons meningkat
karena diikuti dengan stimulus yang mendukung (rewarding) .
Penguatan
negatif adalah penguatan berdasarkan prinsip bahwa frekuensi respons meningkat
karena diikuti dengan penghilangan stimulus yang merugikan (tidak
menyenangkan).
Beberapa
prinsip belajar yang dikembangkan oleh B.F. Skinner antara lain:
Hasil belajar harus segera
diberitahukan kepada siswa, jika salah dibetulkan, jika benar diberi penguat.
Proses belajar harus mengikuti irama dari
yang Mengajar.
Materi pelajaran,
digunakan sistem modul.
Dalam proses
pembelajaran, lebih dipentingkan aktivitas sendiri.
Tingkah laku yang
diinginkan pendidik, diberi hadiah, dan sebagainya.
Kelebihan
teori Skinner
Pada
teori ini, pendidik diarahkan untuk menghargai setiap anak didiknya. Hal ini
ditunjukkan dengan dihilangkannya sistem hukuman.
Kekurangan
teori Skinner
Beberapa
kelemahan dari teori ini berdasarkan
analisa teknologi (Margaret E.B.G.1994) adalah bahwa:
Keseringan
respon sukar diterapkan pada tingkah laku kompleks sebagai ukuran
peluangkejadian
Aplikasi
teori behaviorisme dalam pembelajaran
Aplikasi
teori behavioristik dalam kegiatan pembelajaran tergantung dari beberapa hal
seperti:
tujuan pembelajaran
sifat materi pelajaran
karakteristik siswa
media dan fasilitas pembelajaran yang tersedia
Tidak ada komentar:
Posting Komentar