Rabu, 27 November 2013

Resume Teori Belajar Humanistik



RESUME TEORI BELAJAR HUMANISTIK


KONSEP DASAR TEORI HUMANISTIK
·            Tujuan belajar teori humanistic ini adalah memanusiakan seorang manusia sehingga dia mampu mengaktualisasikan dirinya di dalam hidupan dan penghidupannya.
·            Konsep belajarnya berangkat dari aliran psikologi humanistik
·            Menitik-beratkan pada kebebasan individu untuk mengungkapkan pendapat dan menentukan pilihannya, nilai-nilai, tanggung jawab personal, otonomi, tujuan dan pemaknaan
·            Belajar harus berorientasi pada peserta didik sebagai subjek belajar
·               Pendidikan yang efektif menurut aliran ini adalah pendidikan yang berpusat pada minat, dan kebutuhan-kebutuhan peserta didik
·               Pendekatan yang digunakan dalam pembelajaran yang humanis adalah pendekatan dialogis, reflektif, dan ekspresif

·            Pendekatan Humanistik mengedepankan pentingnya emosi dalam dunia pendidikan.
·            Pendekatan humanistik dalam pendidikan menekankan pada perkembangan positif
·            Belajar dianggap berhasil jika si pelajar memahami lingkungannya dan dirinya sendiri
·            Teori Humanistik menekankan kognitif dan memengaruhi proses
Karakteristik Teori Humanistik
·                        Mementingkan manusia sebagai pribadi
·                        Mementingkan kebulatan pribadi
·                        Mementingkan peranan kognitif dan afektif
·                        Mengutamakan terjadinya aktualisasi diri dan self concept
·                        Mementingkan persepsual subjektif yang dimiliki tiap individu
·                        Mementingkan kemampuan menentukan bentuk tingkah laku sendiri
·                        Mengutamakan insight (pengetahuan/pemahaman) (Suprayogi, 2005).


Prinsip Teori Humanistik
1.Manusia memiliki kemampuan alami untuk belajar
2.Belajar menjadi signifikan apabila apa yang dipelajari memiliki   relevansi dengan keperluan mereka
3.
Belajar yang menyangkut perubahan di dalam persepsi mengenai dirinya
4.Tugas belajar dapat lebih diterima dan diasimilasikan
apabila ancaman dari luar itu semakin kecil
5.Bila ancaman itu rendah terdapat pengalaman siswa dalam memperoleh cara
6.Belajar yang bermakna diperoleh jika siswa melakukannya
7.Belajar lancar jia siswa dilibatkan dalam proses belajar
8.Belajar yang melibatkan siswa seutuhnya dapat memberi hasil yang mendalam
9.Kepercayaan pada diri siswa ditumbuhkan dengan membiasakan untuk mawas diri
10.Belajar sosial adalah belajar mengenai proses belajar

Implementasi terhadap pembelajaran
Guru Sebagai Fasilitator :
·            memberi perhatian dan motivasi kepada peserta didiknya sehingga peserta didik menjadi lebih semangat atau mempunyai kemauan dalam proses pembelajaran.
·            membantu untuk memperoleh dan memperjelas tujuan-tujuan perorangan di dalam kelas dan juga tujuan-tujuan kelompok yang bersifat umum
·            Memahami karakteristik siswa
·            mengatur dan menyediakan sumber-sumber untuk belajar
·            Dapat menyesuaikan dirinya bersama siswanya
·            Berbaur dengan siswanya, berkomunikasi dengan sangat baik bersama siswanya
·            Dapat memahami dirinya dan tentunya agar dapat memahami siswanya


Tujuan pembelajaran lebih kepada proses belajarnya daripada hasil belajar. Adapun proses yang umumnya dilalui adalah :

·               Merumuskan tujuan belajar yang jelas jadi sebelum memulai pembelajaran harus merumuskan terlebih dahulu tujuan apa yang hendak di capai dalam pembelajaran yang akan dilakukan.
·               Mengusahakan partisipasi aktif siswa melalui kontrak belajar yang bersifat jelas , jujur dan positif.
·               Mendorong siswa untuk mengembangkan kesanggupan siswa untuk belajar atas inisiatif sendiri
·               Mendorong siswa untuk peka berpikir kritis, memaknai proses pembelajaran secara mandiri
·               Siswa di dorong untuk bebas mengemukakan pendapat, memilih pilihannya sendiri, melakukan apa yang diinginkan dan menanggung risiko dari perilaku yang ditunjukkan.
·               Guru menerima siswa apa adanya, berusaha memahami jalan pikiran siswa, tidak menilai secara normatif tetapi mendorong siswa untuk bertanggungjawab atas segala resiko perbuatan atau proses belajarnya.
·               Memberikan kesempatan murid untuk maju sesuai dengan kecepatannya
·               Evaluasi diberikan secara individual berdasarkan perolehan prestasi siswa

Ciri-ciri guru yang baik menurut teori humanistik
Guru yang memiliki rasa humor, adil, menarik, lebih demokratis, mampu berhubungan dengan siswa dengan mudah dan wajar. Ruang kelads lebih terbuka dan mampu menyesuaikan  pada perubahan.jadi intinya seorang guru menurut pandangan teori ini tidak hnya terpaku padapenyampaian materi saja akan tetapi guru harus mempunyai kemampuan dari berbagai aspek.

Tokoh-tokoh dalam Teori Humanistik
·               ABRAHAM MASLOW
·               CARL RANSOM ROGERS
·               ARTHUR COMBS
    Tokoh – Tokoh Teori Belajar Humanistik

Tokoh penting dalam teori belajar humanistik secara teoritik antara lain adalah: Arthur W. Combs, Abraham Maslow dan Carl Rogers[2]

    Arthur Combs (1912-1999)

Bersama dengan Donald Snygg (1904-1967) mereka mencurahkan meaning (makna atau arti) adalah konsep dasar yang sering digunakan. Belajar terjadi bila mempunyai arti bagi individu. Guru tidak bisa memaksakan materi yang tidak disukai atau tidak relevan dengan kehidupan mereka.
Untuk itu guru harus memahami perlaku siswa dengan mencoba memahami dunia persepsi siswa tersebut sehingga apabila ingin merubah perilakunya, guru harus berusaha merubah keyakinan atau pandangan siswa yang ada. Perilaku internal membedakan seseorang dari yang lain.
Combs berpendapat bahwa banyak guru membuat kesalahan dengan berasumsi bahwa siswa mau belajar apabila materi pelajarannya disusun dan disajikan sebagaimana mestinya. Yang terpenting ialah bagaimana membawa si siswa untuk memperoleh arti bagi pribadinya dari materi pelajaran tersebut dan menghubungkannya dengan kehidupannya.
Combs memberikan lukisan persepsi diri dan dunia seseorang seperti dua lingkaran (besar dan kecil) yang bertitik pusat pada satu. Lingkaran kecil (1) adalah gambaran dari persepsi diri dan lingkungan besar (2) adalah persepsi dunia. Makin jauh peristiwa-peristiwa itu dari persepsi diri makin berkurang pengaruhnya terhadap perilakunya. Jadi, hal-hal yang mempunyai sedikit hubungan dengan diri, makin mudah hal itu terlupakan.

    Abraham Maslow

Teori Maslow didasarkan pada asumsi bahwa di dalam diri individu ada dua hal :
(1)  suatu usaha yang positif untuk berkembang
(2)   kekuatan untuk melawan atau menolak perkembangan itu.
Maslow mengemukakan bahwa individu berperilaku dalam upaya untuk memenuhi kebutuhan yang bersifat hirarkis.

Hierarki kebutuhan manusia menurut Maslow ini mempunyai implikasi yang penting yang harus diperhatikan oleh guru pada waktu ia mengajar anak-anak. Ia mengatakan bahwa perhatian dan motivasi belajar ini mungkin berkembang kalau kebutuhan dasar si siswa belum terpenuhi.

Carl Ransom Rogerss (1902-1987)

Rogers membedakan dua tipe belajar, yaitu:
·         Kognitif (kebermaknaan)
·         Experiential ( pengalaman atau signifikansi)

Experiential Learning menunjuk pada pemenuhan kebutuhan dan keinginan siswa. Kualitas experiential learning mencakup : keterlibatan siswa secara personal, berinisiatif, evaluasi oleh siswa sendiri, dan adanya efek yang membekas pada siswa.

Menurut Rogers yang terpenting dalam proses pembelajaran adalah pentingnya guru memperhatikan prinsip pendidikan dan pembelajaran, yaitu:

1.Menjadi manusia berarti memiliki kekuatan yang wajar untuk belajar. Siswa tidak harus belajar tentang hal-hal yang       tidak ada artinya.
2.Siswa akan mempelajari hal-hal yang bermakna bagi dirinya. Pengorganisasian bahan pelajaran berarti      mengorganisasikan bahan dan ide baru sebagai bagian yang bermakna bagi siswa
3.Pengorganisasian bahan pengajaran berarti mengorganisasikan bahan dan ide baru sebagai bagian yang bermakna bagi siswa.
4.Belajar yang bermakna dalam masyarakat modern berarti belajar tentang proses.

Dari bukunya Freedom To Learn, ia menunjukkan sejumlah prinsip-prinsip dasar humanistik yang penting diantaranya ialah :

·      Manusia mempunyai belajar alami
·      Belajar signifikan terjadi apabila materi plajaran dirasakan murid mempuyai relevansi dengan maksud tertentu
·      Belajar yang menyangkut perubahan di dalam persepsi mengenai dirinya.
·      Tugas belajar yang mengancam diri ialah lebih mudah dirasarkan bila ancaman itu kecil
·      Bila bancaman itu rendah terdapat pangalaman siswa dalam memperoleh cara.
·      Belajar yang bermakna  diperolaeh jika siswa melakukannya
·      Belajar lancar jika siswa dilibatkan dalam proses belajar
·      Belajar yang melibatkan siswa seutuhnya dapat memberi hasil yang mendalam
·      Kepercayaan pada diri pada siswa ditumbuhkan dengan membiasakan untuk mawas diri
·      Belajar sosial adalah belajar mengenai proses belajar

Kelebihan dan kekurangan Teori Humanistik

Kelebihan Teori Belajar Humanistik

1.Teori ini cocok untuk diterapkan dalam materi pembelajaran yang bersifat pembentukan kepribadian, hati nurani, perubahan sikap, dan analisis terhadap fenomena sosial.

2.Indikator dari keberhasilan aplikasi ini adalah siswa merasa senang bergairah, berinisiatif dalam belajar dan terjadi perubahan pola pikir, perilaku dan sikap atas kemauan sendiri.

3.Siswa diharapkan menjadi manusia yang bebas, tidak terikat oleh pendapat orang lain dan mengatur pribadinya sendiri secara bertanggung jawab tanpa mengurangi hak-hak orang lain atau melanggar aturan, norma, disiplin atau etika yang berlaku.

Kekurangan Teori Belajar Humanistik
·      Siswa yang tidak mau memahami potensi dirinya akan ketinggalan dalam proses belajar.
·      Siswa tidak aktif dan malas belajar akan merugikan diri sendiri dalam proses belajar






Tidak ada komentar:

Posting Komentar