Minggu, 03 November 2013

Resume Teori Disiplin Mental



Pengertian Teori Disiplin Mental

Teori belajar disiplin mental berkembang sebelum abad ke-20. Teori ini tanpa dilandasi eksperimen dan hanya berdasar pada filosof atau spekulatif. Teori ini menganggap bahwa secara psikologi individu memiliki kekuatan, kemamouan atau potensi-potensi tertentu. Belajar adalah pengalaman dari kekuatan, kemampuan dan potensi-potensi tersebut.
Teori belajar disiplin mental, merupakan salah satu pandangan yang mula-mula memberikan definisi tentang belajar yang disusun oleh filsuf Yunani bernama Plato. Pandangan filsafatnya yaitu tentang idealisme yang melukiskan pikiran dan jiwa yang bersifat dasar bagi segala sesuatu yang ada. Idealisme hanyalah ide murni yang ada di dalam fikiran, karena pengetahuan orang berasal dari ide yang ada sejak kelahirannya. Belajar dilukiskan sebegai pengembangan oleh fikiran yang bersifat keturunan. Kepercayaan ini kemudian dikenal sebagai konsep “Disiplin Mental” (Bell Gredler, 1994:21)
Menurut psikologi atau Faculty Psychology individu memilikimsejumlah daya-daya seperti daya mengenal, mengingat, menganggap, mengkhayal, berfikir dan sebagainya. Daya itu dapat dikembangkan melalui latihan dalam bentuk ulangan, kala anak dilatih banyak mengulang-ulang, menghapal sesuatu maka ia akan ingat terus akan hal itu.
Ada beberapa teori yang termasuk rumpun disiplin mental sebagai berikut:
1.      Teori disiplin mental Theistic, berasal dari psikologi daya seperti mengamati, menganggap, mengingat, berfikir, memecahkan masalah dan sebagainya.
2.      Teori disiplin mental Humanistik, lebih mementingkan keseluruhan – keutuhan.
3.      Teori disiplin mental Naturalisme, teori ini mempunyai potensi atau kemampuan untuk berbuat atau melaksanakan tugas, tetapi juga memiliki kemauan dan kemampuan untuk berkembang dan belajar sendiri.
4.      Teori disiplin mental Apresiasi, teori ini membantu anak untuk mempunyai kemampuan untuk mempelajari sesuatu dan menguasai pengetahuan selanjutnya. Demikian seterusnya, semakin tinggi pula masa apresiasinya.
Tokoh didalam teori ini terdiri dari Plato, Aristoteles, J.J.Rousseau, Christian Wollf dan Johan Fredrich. Konsep disiplin mental  ada 2, yaittu :
1.               Humanisme klasik : otak memiliki kemampuan berpikir dan lebih menyukai akan hal-hal yang kompleks. Contoh : system pendidikan di pesantren berdasarkan kitab kuning.
2.               Psikologi kecakapan : setiap manusia memiliki potensi dan skills. Dengan psikologi kecakapan ini, maka tiap manusia ditingkatkan kecakapannya.
Terdapat 3 karakteristik didalam teori disiplin mental, yaitu :
1.          Menurut Psikologi Atau Faculty Psychology, individu memiliki sejumlah daya-daya seperti daya mengenal, mengingat, menganggap, mengkhayal, berfikir dan sebagainya. Daya itu dapat dikembangkan melalui latihan.
2.          Berdasarkan Teori Herbartisme adalah belajar merupakan bentuk-bentuk tanggapan yang nantinya akan membentuk suatu struktur tanggapan baru.
3.          Teori Naturalism Romantic, yaitu manusia tercipta bersifat baik dan aktif. Sehingga berpusat pada perasaan dan kemanusiaan. Belajar merupakan mengkondisikan lingkungan dan merupakan proses aktualisasi diri.
Teori disiplin mental apabila diimplementasikan dampak positifnya menjadikan siswa semakin hari-semakinmeningkat kemampuannya dalam menguasai materi dan ketrampilan. Siswa menjadi disiplin untukmempelajari materi pembelajaran setahap-demi setahap, dan semakin lama akan semakin banyak. Dampaknegatif dari penerapan disiplin mental apabila dilaksanakan secara dominan dan tidak memperhatikanfaktor-faktor psikologi akan menjadi siswa menjadi tegang, dan proses belajar mengajar tidak bervariatif.Segi kognitif siswa yang kadang-kadang tidak cocok dengan metode pembelajaran berbasis disiplin mental menjadi terbebani dengan pembelajaran tersebut.
Disiplin mental yang sebenarnya disebut juga dengan disiplin formal yang selalu tampak dalam hamper semua aspek pembelajaran manusia. Artinya, ketika manusia melakukan belajar, ia selalu mengalami pelatihan seara disiplin, baik internal maupun eksternal. Contoh dalam tataran praktis keseharian. Olahragawan terkemuka biasanya hasil latihan yang disiplin.tidak ada orang yang tiba-tiba menjadi ahli dalam bidang tertentu. Ilmuwan terkemuka juga merupakan hasil kerja belajar secara disiplin. Tidak ada orang yang tiba-tiba menjadi ahli dalam bidang tertentu.

Penerapan secara nyata dalam proses belajar mengajar yang berhubungan dengan disiplin mental dalamsetiap mata pelajaran (misalnya pembelajaran tingkat SMP) sebagai berikut:
  1. Pembelajaran Ekonomi Guru memberikan materi pembelajaran tentang sistem perilaku ekonomi dan kesejahteraan denganmemberikan pengertian tentang sistem berekonomi, ketergantungan, sesialisasi dan pemberian kerja,perkoperasian, kewirausahaan, dan pengelolaan keuangan perusahaan. Materi-materi tersebut dapatdisampaikan siswa dengan menerangkan atau mengunakan buku dan diakhir pembelajaran siswamengerjakan LKS sebagai tes hasil evaluasi.
  2. Pembelajaran SejarahGuru dapat menggunakan gambar dan media lain dengan memberikan materi tentang dasar-dasar ilmusejarah, fakta, peristiwa dan proses sejarah. Siswa diakhir pembelajaran diminta untuk menerangkankembali tentang pembelajan tersebut agar lebih memperdalam materi pembelajaran bagi siswa lainnya.
  3. Pembelajaran GeografiGuru dapat menggunakan peta dan diskusi tentang materi sistem informasi geografi, interaksi gejala fisikdan sosial, struktur internal suatu temat, interaksi keruangan dan persepsi lingkungan dan kewilayahan.Guru dapat memberikan tugas dengan mempelajari materi lain untuk memerdalam materi.
  4. Pembelajaran PKnGuru dapat mengunakan strategi belajar kelompok, untuk membahas tentang persatuan bangsa, nilai dannorma, hak asasi mausia, kebutuhan hidup, kekuasaan dan politik, masyarakat demokratis, Pancasila dakonstitusi negara serta globalisasi. Guru kemudian dapat bertanya kepada siswa satu persatu untukmenjawab pertanyaa dari guru untuk mengukur kedalaman pemahama materi.



Tidak ada komentar:

Posting Komentar